Cerita Pendek (Bagian 2): Langkah Kecil Menuju Pulih
Cerita Pendek (Bagian 2): Langkah Kecil Menuju Pulih Setelah percakapan malam itu, Alya menutup laptopnya perlahan. Ada rasa hangat kecil yang muncul di dada—bukan solusi, bukan keajaiban, tapi semacam ruang baru yang tiba-tiba tersedia untuk bernapas. Untuk pertama kalinya, ia tak merasa harus kuat sendirian. Besok paginya, matanya terasa sedikit lebih ringan. Ia membuat kopi, duduk menghadap jendela, dan berpikir tentang yang chatbot sampaikan: “Kita bagi masalahnya jadi bagian kecil.” Kalimat itu menempel seperti catatan tempel di kepala. 1. Bagian Pertama: Dirinya Sendiri Alya sadar… selama tiga tahun ini ia bergerak seperti mesin. Ia memimpin, mengambil keputusan, memikul tanggung jawab besar, dan menerima protes yang datang bertubi-tubi. Ia mengurus orang lain, mengurus bisnis, mengurus target—tapi lupa mengurus dirinya sendiri. Hari itu, ia mengambil satu langkah kecil: ia memutuskan untuk beristirahat sepuluh menit tanpa merasa bersalah . Just ten minutes. Cuma ...